Ya akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan ke Jakarta untuk melihat band favorit kami tercinta, Mew. Tak sabar rasanya saya (atau kami) melihat Jonas, kyaaa! (apalnya Jonasnya doank). Oh iya, Nando melewatkan cerita si Riznan sesudah kita buang air kecil tadi. Risnan alias si Caplak katanya pengen makan. Akhirnya bersuaralah Risnan memberi usulan buat makan. Saya lupa kata-katanya apa, (tuh kan baru awal aja saya udah ga jelas gini nyeritainnya, gimana ga kurang garing coba?) yang jelas kita dari yang tadinya mau naik ke mobil ngelanjutin perjalanan jadi ajah liat-liat tempat makan di tempat itu. Awalnya mah kaya yang mau makan, kita nyamperin tempat makan yang deket WC tadi. Tapi kata Fuad, “Eh da yang enak kalo ga salah mah di seberang Nan,”. “Ya sok atuh yang di depan,” kata saya. Tanpa pikir panjang, kita membelokkan badan 360 derajat ke arah rumah makan yang di seberang, pas kita udah di depan tempat makan dan sang pramusaji sudah siap memberikan meja sambil berkata, “Mari mas, ada Soto..” eh si Riznan malah bilang, “Ntar aja lah Fu di Jakarta.” Walhasil si Pramusajinya mukanya langsung rada-rada asem gimana gitu mukanya. Riznan oh Riznan, ternyata bukan leher kamu aja yang suka goyang-goyang, ternyata pendirian kamu juga suka goyang-goyang (baca: ga konsisten). Yah sudahlah, akhirnya lanjutlah itu perjalanan ke Jakarta, ke rumah Maulana Malik Ibrahim alias Nando, yang (mungkin) satu-satunya orang yang ga nyepet saya di cerita ini sampai part selanjutnya mungkin. Ckckck, kasian banget yah jadi saya.
di perjalanan kami mendengarkan berbagai macam lagu, saya lupa lagi tuh lagu apa aja yang disetel. Saya sempet minta Four Year Strong kalo ga salah abis itu, sempet Pee Wee Gaskins juga lengkap dengan gimmick-nya si Rain nyanyi centil ala SanSan dengan muka yang ga banget lah pokonya najong. Fuck Anying Fuck lah! Setelah dari tempat pipis itu memang ga banyak yang bisa diceritakan karena mayoritas sudah ngantuk. Tapi tentunya kami mendengarkan Mew biar nanti siap sing along gitu deh di sana.
Singkat cerita, sampailah kami di tol tebet, lalu masuk tol kalibata. Saya lupa, Kalibata tuh dimana, saya nanya ama Nando, “Kalibata teh nu Taman Makam lain?” si Nando mengiyakan. Tapi tiba-tiba si Fuad nyamber aja, “ah maneh cuma tau Taman Makam aja belagu lah!” Astaga Fu, saya nanya ini mah, bukan sok tau, suer deh. Rumah Nando tidak terlalu jauh dari tol Kalibata, kira-kira 15 menit lah. Muternya rada jauh, maklum beberapa belokan buat putar balik cuma boleh buat angkot. Rumahnya sih di daerah kompleks, rumah besar dengan 2 lantai berwarna pink dengan pagar tinggi warna hitam. Sampai disana, yang ada di rumahnya cuma asisten ibunya apa bapaknya Nando gitu, lupa lagi saya. Dia membuka gembok pagar rumah itu, saya masih ingat kombinasi kuncinya 2-7-9-0. Masuklah kami ke rumah Nando yang adem dan besar tersebut. Di garasi saya lihat mobilnya ada stiker anggota DPRD, oh ternyata orang tuanya Nando anggota DPRD (sebetulnya ga terlalu penting yang ini buat diceritain, cuma ini intermezzo aja, hahaha.). naiklah kami ke lantai 2 rumah tersebut. Tak lama kemudian, Nando membuka pintu kamar dan menyuruh kami menaruh tas di dalam kamar tersebut. Kemudian entah Riznan atau Fuad, nanyain kamar itu boleh dipake tidur ga? Oh, boleh kata Nando, Fuad dan Riznan langsung aja make setelan boxer kaya di rumah masing-masing. Dasar anak jaman sekarang,ckck. Saya sih ikut arus, jadi saya yang ketiga. Hahaha.
Awal kami datang kami melakukan kegiatan standar orang Indonesia kebanyakan kalau lagi di rumah. Yak betul! Nonton TV, dan kami nonton Cookies minus Acong yang lagi mandi. Ceritanya ga jelas gitu deh pokonya melibatkan VW kodok (beetle) dalam suatu kisah cinta. Saya, Nando dan Rain sibuk ngebahas cewe pemeran utamanya karena putih cantik mulus sekali yang tak dinyana adalah seorang janda anak satu, wow. Setelah ngebahas itu kemudian kami membicarakan beberapa artis yang aduhai bohai. Pokonya yang saya ingat Magdalena karena dia oke sekali.
Karena udah ga ada kerjaan dan ngantuk pula, akhirnya Acong, Fuad, dan Riznan tidur bersama di satu ranjang. wow, wow, wow, jangan salah sangka sodara, mereka tidur di satu ranjang karena ranjangnya cuma satu. Tapi di kasur tersebut saya melihat si Fuad dengan agresifnya meluk-meluk Acong. Katanya sih karena biasanya di rumah kalo tidur pake guling, aahhh masa? Hahaha bercanda Fu. Kalo si Riznan udah setengah ngantuk tapi tetep sibuk mengang HP, kayanya sibuk YMan. Saya juga sebenarnya udah mau tidur tapi karena kasurnya penuh dan nanti diejek lagi menuh-menuhin tempat, akhirnya saya tetap bangun nonton acara-acara highlights bola. Jam pun menunjukkan pukul setengah tiga sore, dan kami bersiap-siap mengenakan setelan komplit. Fuad dan Rain kembaran bajunya, yaitu baju band ‘Autumn Ode’. Band apa? Ya baju band mereka sendiri. Kayaknya mau promosi terselubung gitu deeh. Tanpa banyak lama, saya mengajak mereka untuk berangkat. Dan kami pun segera berangkat menuju tempat dan acara yang kami ingin datangi dari Bandung, Java Rockin’ Land!
Nyambung gan, ke Part 4.
Rabu, 12 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar